Categories

Archives

DIET RENDAH KARBOHIDRAT

DIET RENDAH KARBOHIDRAT

Diet yang Mudah, Murah, dan Terbukti secara Ilmiah

Bosan mencoba bermacam-macam diet namun belum mendapatkan hasil yang memuaskan? Cobalah diet rendah karbohidrat. Selain mudah dijalankan, diet ini tidak memerlukan tambahan suplemen yang mahal, dan telah teruji secara ilmiah. Satu keuntungan tambahan lagi, diet rendah karbohidrat ini ternyata dapat dijadikan terapi untuk berbagai penyakit seperti hiperkolesterolemia, diabetes mellitus tipe 2, hipertensi, gangguan pencernaan dan ansietas (cemas berlebihan).

Prinsip terapi Diet Rendah Karbohidrat adalah membatasi asupan karbohidrat seminimal mungkin, termasuk glukosa atau gula yang merupakan sumber karbohidrat. Tubuh kita biasanya menggunakan karbohidrat sebagai sumber energi utama dengan perantara hormon insulin. Semakin banyak karbohidrat yang kita makan, semakin banyak pula produksi insulin untuk memecah karbohidrat tersebut. Dengan membatasi asupan karbohidrat, maka produksi insulin pun akan menurun. Sebagai akibatnya, tubuh akan menggunakan lemak sebagai sumber energi.

Fakta ilmiah menunjukkan bahwa pada penderita obesitas (kegemukan) terjadi hiperinsulinemia, yaitu tingginya kadar insulin dalam darah. Tingginya asupan karbohidrat menyebabkan gula darah meningkat diiringi dengan meningkatnya kadar insulin. Kelebihan hasil metabolisme karbohidrat disimpan sebagai lemak di dalam tubuh sebagai cadangan energi. Kondisi ini menstimulasi otak untuk memberikan sinyal lapar. Kita akan mengkonsumsi lebih banyak karbohidrat lagi. Demikian siklus ini akan terjadi berulang-ulang. Jika hal ini berlangsung dalam jangka waktu lama, sel akhirnya menjadi resisten terhadap insulin. Akibatnya pankreas bekerja lebih keras untuk memproduksi lebih banyak lagi insulin. Kondisi hiperinsulinemia ini akan memicu berbagai penyakit, salah satunya adalah penuaan dini atau premature aging.

Dengan membatasi asupan karbohidrat, kita memutus siklus di atas. Kadar insulin dalam darah akan turun, sebaliknya kadar glukagon (hormon untuk membongkar cadangan lemak menjadi glukosa) akan meningkat. Lemak tubuh akan dibakar, bahkan kolesterol dalam arteri pun akan dimobilisasi, sehingga tidak akan bertumpuk dan menyumbat pembuluh darah.

Apabila asupan makanan sangat sedikit mengandung karbohidrat, lemak tubuh akan dibakar sebagai sumber energi. Hasil metabolisme lemak ini berupa benda-benda keton, sehingga akan timbul kondisi ketosis (kadar keton yang tinggi dalam darah). Efek samping ketosis ini adalah nafas bau, mual, lelah dan kehilangan nafsu makan. Benda-benda keton ini akan dikeluarkan melalui urin (ketonuria). Gula darah akan berada dalam kondisi stabil, sehingga kadar insulin pun akan turun dan berat badanpun akan turun dengan sendirinya!!
Dari uraian di atas, kita dapat memahami mengapa diet rendah karbohidrat ini selain bermanfaat untuk menurunkan berat badan, juga bermanfaat untuk penderita hiperkolesterol atau penyakit lain yang berhubungan dengan kondisi hiperkolesterol seperti penyumbatan pembuluh darah jantung dan hipertensi. Pada penderita kencing manis, sel-sel yang sebelumnya resisten terhadap insulin akan kembali peka. Pada penderita gangguan pencernaan, perubahan pola makan akan menyebabkan organ pencernaan tidak bekerja terlalu keras untuk mencerna karbohidrat, dan pada penderita kecemasan (ansietas), otak akan memberikan sinyal ‘cooling down’. Untuk penderita penyakit ginjal, diet ini tidak boleh dilakukan karena akan lebih membebani ginjal. Oleh sebab itu kondisi ketosis ini tidak boleh berlangsung terlalu lama karena ginjal tidak boleh terus menerus bekerja keras untuk mengeluarkan keton. Orang yang menjalani diet ini disarankan banyak minum air putih untuk membantu kerja ginjal.

Berbagai efek samping seperti lelah, konstipasi, diare, dan sakit kepala hanya bersifat sementara dan akan hilang dengan sendirinya. Untuk meminimalisasi efek samping ini, disarankan untuk menjalani diet ini secara bertahap. Jadi, diet dimulai dengan mengurangi asupan karbohidrat, kemudian secara bertahap dihilangkan dari daftar menu sehari-hari.

Diet rendah karbohidrat dibagi dalam 4 tahap:

Diet tahap I, dilakukan selama satu minggu. Tujuannya untuk mengadaptasi tubuh. Pada tahap I ini, makan tiga kali namun dengan asupan karbohidrat setengah dari jumlah yang biasa dimakan, sayur dan protein lebih banyak dari biasanya dan tanpa buah-buahan. Snack dimakan dua kali, berupa protein dan atau sayur-sayuran.

Setelah satu minggu, diet dilanjutkan dengan tahap II, yaitu sama sekali membatasi asupan karbohidrat selama 2 minggu. Makan tetap tiga kali tanpa pembatasan jumlah. Tiap kali makan sampai kenyang. Buah-buahan dihindari.

Pada diet tahap III, karbohidrat mulai dikembalikan ke dalam menu secara bertahap. Buah-buahan juga sudah diperbolehkan untuk disantap dalam jumlah terbatas. Pada tahap ini, biasanya sdh terjadi perubahan perilaku dan pola makan, yaitu tidak cepat merasa lapar, cepat merasa kenyang, lebih mampu menahan diri, tidak banyak membutuhkan karbohidrat dan gula, lebih banyak makan sayur-sayuran dan protein.

Diet tahap IV adalah tahap maintenance atau pemeliharaan, tubuh akan memberikan sinyal lapar dan kenyang sesuai kebutuhan tubuh. Kita tetap dapat menikmati kue coklat, permen, es krim dan makanan lezat lainnya namun dalam jumlah yang tidak berlebihan. Masih penasaran tentang bagaimana menjalani diet istimewa ini?

dr. Yuli Ramunda Yasik, M.Kes, Phone: 08157014748
yuliyasik@cantiknatural.com

Leave a Reply

 

 

 

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>